Coppa Italia
|
Trofi dan logo resmi Coppa Italia
|
|
| Nama lain | Piala Italia |
|---|---|
| Olahraga | Sepak bola |
| Didirikan | 1922 |
| Nama sebelumnya | Coppa Federale (1915–1916, historis) |
| Penyelenggara | Lega Serie A |
| Wilayah | Italia |
| Jumlah tim | 44 tim |
| Status tim | Klub profesional |
| Kualifikasi untuk | Liga Eropa UEFA Supercoppa Italiana |
| Juara pertama | Vado (1922) |
| Juara bertahan | Juventus |
| Paling banyak juara | Juventus (15 gelar) |
| Siaran televisi | Mediaset (Italia) Disiarkan secara global |
| Kompetisi terkait | Serie A Supercoppa Italiana Serie B |
| Situs web | legaseriea |
Coppa Italia (bahasa Indonesia: Piala Italia) adalah kompetisi sepak bola gugur tahunan di Italia yang diselenggarakan oleh Lega Serie A atas mandat dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Didirikan pada tahun 1922, ajang ini merupakan turnamen piala domestik utama di Italia.
Pemenang Coppa Italia berhak mendapatkan tiket otomatis ke babak utama Liga Eropa UEFA musim berikutnya, serta tempat untuk bertanding di ajang piala super domestik, Supercoppa Italiana.
Sejarah dan Perkembangan
[sunting | sunting sumber]Awal Mula dan Edisi Perdana (1922)
[sunting | sunting sumber]Coppa Italia pertama kali dihelat pada tahun 1922. Edisi perdana turnamen ini dimenangkan oleh klub dari divisi bawah, Vado, yang mencatatkan sejarah unik dengan mengalahkan Udinese di partai final melalui babak perpanjangan waktu.
Setelah edisi tersebut, kompetisi sempat vakum selama beberapa tahun dan baru kembali diselenggarakan secara rutin mulai tahun 1936. Sejak saat itu, perhelatan turnamen ini sempat beberapa kali terganggu akibat pecahnya Perang Dunia II sebelum akhirnya berjalan secara konsisten tanpa henti sejak tahun 1958 di bawah pengelolaan badan liga profesional Italia.
Format Kompetisi dan Regulasi
[sunting | sunting sumber]Sistem Peserta dan Undian
[sunting | sunting sumber]Coppa Italia diikuti oleh total 44 klub profesional yang diseleksi secara ketat dari sistem piramida sepak bola Italia, yang meliputi:
- Seluruh 20 klub dari kasta tertinggi, Serie A.
- Seluruh 20 klub dari kasta kedua, Serie B.
- 4 klub terpilih dari kasta ketiga, Serie C.
Format Pertandingan
[sunting | sunting sumber]Turnamen ini menggunakan sistem gugur murni (single-match elimination) dari putaran pertama hingga perempat final:
- Pertandingan diselenggarakan di markas klub yang memiliki peringkat unggulan lebih tinggi.
- Babak semifinal menjadi satu-satunya tahap yang menggunakan format pertandingan kandang dan tandang (dua leg).
- Pertandingan final dilangsungkan dalam satu pertandingan tunggal di tempat netral yang telah ditetapkan sebelumnya, dengan Stadio Olimpico di Roma sebagai lokasi tradisional utama penyelenggaraan laga puncak.
- Jika skor berakhir imbang hingga waktu normal 90 menit selesai (kecuali pada leg semifinal), pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu 2x15 menit, dan apabila masih imbang, pemenang ditentukan lewat adu penalti.
Kualifikasi Kompetisi Eropa dan Supercoppa
[sunting | sunting sumber]- Pemenang Coppa Italia berhak memperoleh tiket otomatis ke fase grup Liga Eropa UEFA musim berikutnya.
- Jika klub juara Coppa Italia telah mengamankan tiket ke Liga Champions UEFA melalui posisi klasemen akhir Serie A, maka jatah tiket Liga Eropa tersebut dialihkan kepada tim berperingkat tertinggi di Serie A yang belum lolos ke kompetisi Eropa.
- Juara dan runner-up Coppa Italia juga berhak berpartisipasi dalam ajang turnamen empat besar Supercoppa Italiana.
Statistik dan Rekor Juara
[sunting | sunting sumber]Perolehan Gelar Berdasarkan Klub
[sunting | sunting sumber]Juventus memegang rekor mutlak sebagai klub paling sukses dalam sejarah Coppa Italia dengan koleksi 15 gelar juara.
| Klub | Juara | Runner-up | Musim Juara |
|---|---|---|---|
| Juventus | 15 | 7 | 1937–38, 1941–42, 1958–59, 1959–60, 1964–65, 1978–79, 1982–83, 1989–90, 1994–95, 2014–15, 2015–16, 2016–17, 2017–18, 2020–21, 2023–24 |
| AS Roma | 9 | 8 | 1963–64, 1968–69, 1979–80, 1980–81, 1983–84, 1985–86, 1990–91, 2006–07, 2007–08 |
| Inter Milan | 9 | 6 | 1938–39, 1977–78, 1981–82, 2004–05, 2005–06, 2009–10, 2010–11, 2021–22, 2022–23 |
| Lazio | 7 | 3 | 1957–58, 1997–98, 1999–2000, 2003–04, 2008–09, 2012–13, 2018–19 |
| Fiorentina | 6 | 5 | 1939–40, 1960–61, 1965–66, 1974–75, 1995–96, 2000–01 |
| Napoli | 6 | 4 | 1961–62, 1975–76, 1986–87, 2011–12, 2013–14, 2019–20 |
| AC Milan | 5 | 9 | 1966–67, 1971–72, 1972–73, 1976–77, 2002–03 |
| Torino | 5 | 8 | 1935–36, 1942–43, 1967–68, 1970–71, 1992–93 |
| Sampdoria | 4 | 3 | 1984–85, 1987–88, 1988–89, 1993–94 |
| Parma | 3 | 2 | 1991–92, 1998–99, 2001–02 |
Rekor Individu
[sunting | sunting sumber]- Pemain dengan Gelar Terbanyak: Roberto Mancini memegang rekor sebagai pemain dengan koleksi gelar Coppa Italia terbanyak, yaitu 6 gelar (4 bersama Sampdoria dan 2 bersama Lazio).
- Pelatih Tersukses: Massimiliano Allegri dan Sven-Göran Eriksson memegang rekor sebagai pelatih dengan gelar juara terbanyak, masing-masing meraih 4 gelar.
